Indonesia – Korea Jajaki Kerjasama Bidang Perikanan

Indonesia dan Korea siap tingkatkan kerjasama di bidang pengendalian mutu dan keamanan ekspor dan impor produk perikanan. Hal ini tertuang dalam MRA (Mutual Recognition Arragement) antara Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Ministry of Maritime and Fisheries/MOMAF-Korea pada saat Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Dr. Martani Huseini melaksanakan kunjungan kerja ke Korea pada tanggal 23 – 27 Oktober 2007 lalu.

Kedua Dirjen dari Indonesia dan Korea yang menangani mutu produk perikanan pada saat pertemuan sepakat untuk memelihara dan terus meningkatkan sistem pengendalian mutu hasil perikanan serta mengembangkan pemasaran produk perikanan sesuai MRA. Meskipun Indonesia sebagai negara importir ke Korea dengan kasus terkecil, pihak Korea tetap meminta agar Indonesia terus meningkatkan pengawasan mutu agar penolakan dapat ditekan kurang dari satu persen. Pihak Korea juga menerima usulan Indonesia untuk menerima inspektur dan analis laboratorium Indonesia melakukan training dab magang di NFPIQS (National Fishery Product Quality Inspection services) Korea.
Selama kegiatan kunjungan kerja tersebut, Dirjen P2HP melakukan inspeksi terhadap sistem pengendalian mutu hasil perikanan Korea seperti yang dilakukan pihak Korea ke Indonesia bulan April 2007 yang lalu, serta penjajakan, membuka, dan mengembangkan peluang pasar dan investasi melalui kerja sama antara PT. Perikanan Nusantara (Indonesia) dan Global Ocean Fisheries (Korea). Ini sebagai masukan dan saran terhadap kekurangan masing-masing pihak.

Dalam pertemuan dengan Director General of Fishery Policy Bureau, MOMAF di Seoul dibicarakan berbagai aspek yang menyangkut sistem pengendalian mutu dan permasalahan serta saling membuka informasi tentang pengembangan pemasaran produk perikanan antar kedua negara. Pihak Korea menyebutkan bahwa pengendalian mutu hasil perikanan Indonesia di Korea ditangani oleh NFPIQS (National Fishery Product Quality Inspection services) di bawah Director General of Fishery Policy Bureau, MOMAF. Lembaga ini memiliki 13 cabang di 13 port entry dengan 246 inspektur mutu dan terbanyak ditempatkan di port entry Busan, sebanyak 46 inspektur. Produk perikanan Indonesia yang masuk melalui 13 port entry di Korea pada tahun 2007 yang ditemukan tidak memenuhi syarat dari rata-rata 1.000 container turun drastis hanya satu persen.
Sebagai informasi bahwa ekspor produk perikanan Indonesia ke Korea pada tahun 2006 mencapai 5.330 ton, namun selama tahun 2007 sampai dengan bulan Agustus 2007 mencapai 7.000 ton dengan nilai lebih dari US$ 60 juta, sebaliknya ekspor Korea ke Indonesia hanya 289 ton dengan nilai US $ 219.000. Saat melakukan peninjauan ke Unit Pengolahan Ikan Samjin Global Net, Co Ltd dan Cold storage Logistic, Co. Ltd, Martani mengatakan bahwa Samjin Global Net, Co Ltd merupakan pengolah dan eksportir produk perikanan Korea yang mempunyai cabang di Amerika (Chicago, Los Angeles, New York, San Fransisco, dll), China, dan hampir di seluruh area perikanan di Korea. Produknya yang diolah dalam bentuk ”value added” product (siap saji). Sedangkan Borim Logistic, Co. Ltd, Busan Cold Storage merupakan gudang beku/dingin dengan kapasitas 30.000 M/T dari 11 lantai yang dilengkapi dengan sarana dan prasaran modern.

Dalam rangka meningkatkan kerjasama pengembangan bisnis dan investasi, juga dilakukan pembicaraan antara PT. Perikanan Nusantara dan Global Ocean Co, Ltd, sebuah anak perusahaan besar yang bergerak di bidang property dan sedang mengembangkan usaha pemasaran, distribusi, retail hasil perikanan di Korea. Global Ocean Fisheries di Indonesia saat ini sedang mengembangkan usahanya melalui PT. Bali Tuna di Benoa, Propinsi Bali pada bidang penangkapan dan pengolahan ikan Tuna, dan dengan PT. Perikanan Nusantara dimulai dari penyewaan kapal longline dan unit pengolahan.

sumber DKP

About these ads

Tentang Informasi Seputar Perikanan dan Kelautan Papua

Potensi laut Indonesia masih belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal. Padahal jika mau digali secara benar serta pemanfaatannya memperhatikan masalah lingkungan, diyakini akan mampu membuat masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir menjadi lebih sejahtera. Salah satu kawasan laut yang memiliki sumberdaya ikan cukup potensial adalah Perairan Papua

Posted on November 23, 2007, in Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: